MA'RIFATULLAH ***

TENGGELAM DALAM FANA MATIKAN DIRI SEBELUM MATI BIAR DIKETAHUI SIAPA YANG HIDUP DAN SIAPA YANG MATI KAJIAN PERINGKAT MA'RIFAT YANG TERTINGGI

~~~★★★~~~

Setelah sampai Jibril di Sideratul Muntaha disitulah letaknya Arasy Allah Tuhan ya Rabbi. Jibril berkata kepada Muhamad sambil menunduk, padahal sepanjang perjalanan dari Madinah ke Masjidil Aqsa sampai menembus pintu Langit terkhir Jibril masih bertatap muka pada Muhamad. Tiba tiba di hadapan gumpalan cahaya Jibril menundukan wajahnya seraya berkata kepada Bagindan Rasulullah Nabi Muhamad SAW. 

Wahai Muhamad masuklah engkau kedalam gumpalan cahaya itu karena Allah telah perintahkan kepada ku terlebih dahul untuk berikan petunjuk kepada mu kata Jibril sambil menunduk dan menunjuk kepada gumpalan cahaya itu. Lalu Muhamad berkata marilah kita masuk bersama kedalam gumpalan cahaya itu wahai Jibril. Yang dipanggil untuk menghadapi Allah engkau Muhamad bukan aku kata Jibril yang tidak pernah sekalipun mendungakan pandanganya melihat kepada gumpalan cahaya bagaikan bulan Purnama namun berbeda dengan bulan Purnama gumpalan cahaya itu ribuan cahaya banyaknya membungkus gumpalan itu.

Muhamad tidak tau dan terus bertanya kepada Jibril, kenapa engkau terus merunduk Jibril tidak seperti tadi setelah kita samapi disini engkau terus menundukan wajah mu tanya Muhamad kepada Jibril. Sesungguhnya tidak satu pun di antara kami para Malaikat yang bisa melihat kepada gumpalan cahaya itu, apa bila kami terlihat lampisan cahaya yang pertama maka akan terbakar kedua bola mata kami kata Jibril kepada Muhamad. 

Lalu Muhamad masuk kedakam gumlalan cahaya untuk mendengar ucapan Allah tentang rukun Sholat. Setelah selesai Sholat diterima sebanyak 50 rakaat. Datang terguran dan pentunjuk dari harkat Langit ke harkat Langit untuk mintak dikurangi rakaat Sholat tersebut. Setelah di kurangi, dalam perjalanan Jibril bertanya, hai Muhamad bagaimana rasanya didalam gumlalan cahaya itu dan bisakah engkan gambarkan kepada ku bagaimana ujut Allah itu. Muhamad menjawab, aku didalam itu rasanya karam dan tenggelam tetapi rasanya tidak bisa aku ceritakan namun aku amat terasa bahwa aku dalam pelukan Allah dan aku sangat mendengar Allah itu berkata kepada ku kata Muhamad kepada Jibril, yang sebetulnya Allah itu tidak bisa dilihat karena ujutnya tiada tetapi Allah itu ada sebab Allah bisa dirasakan kehadiranya pada kita jika tingkat iman dan Taqwa kita sudah sampai ketingkat yang di inginkan Allah kata Nabi Muhamad kepada Malaikat Jibril Alaihisalam - By Mustafa Kamal Nurullah (MKN) ★★★

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAMAL JOURNALIST'S TERBAIK SE DUNIA ANGKAT BICARA TENTANG SETATUS ORANG CHINA SEBAGAI ORANG ASING BERADA DI DALAM NEGARA INDONESIA ★★★

sweet memory KAMAL JOURNALIST'S TERBAIK DISULURUH DUNIA PERNAH MEMPERMALUKAN TIGA PENGACARA KONDANG JATUH TELENTANG ***

WORLD'S BEST JOURNALIST KAMAL SPEAKS UP ABOUT THE STATUS OF CHINESE PEOPLE AS FOREIGNERS IN THE STATE OF INDONESIA ★★★