KAUM YAHUDI BERTANYA KEPADA RASULULLAH ★★★

,, Yang besar kuasanya Tuhan besarnya Tuhan dan kuasanya tidak bisa digambarkan untuk diberikan ukuran "

••••••••••

 KAUM YAHUDI BERTANYA TENTANG ALLAH KEPADA BAGINDA RASULULLAH NABI MUHAMAD SAW

~~~★★★~~~

PADANG ARAFAH : Ketika Baginda Rasulullah Nabi Muhamad SAW melakukan Tahlil Tahlum beranjak dari satu tempat kesatu tempat (Hijrah) bertujuan bentangkan ajaran Islam, di tengah jalan Rasulullah bertemu si pengembala Hewan ternak Biri Biri dari kaum golongan Yahudi yang sudah agak berumur lanjut. Tiba tiba kaum Yahudi bertanya, hai Muhamad aku dengar kamu katanya berangkat (Migrat) ke Langit untuk menjumpai Tuhan apakah benar itu tanya Yahudi, benar kata Rasulullah dengan jawaban yang lemah lembut sambil Rasul tersenyum. 

Kalau memang benar kamu telah berjumpa denganTuhan, bagaiman bentuk rupanya Tuhan itu hai Muhamad. Aku di Langit yang terakhir hanya melihat segumpalan Cahaya yang bermacam bentuk warna Cahaya itu dalam satu gumpalan Cahaya, lalu Aku di perintahkan oleh Malaikat Jibril untuk masuk kedalam Cahaya itu kata Rasulullah. Jadi tidak bisakah engkau Muhamad ceritakan kepada ku bagai mana bentuk rupanya Tuhan itu. 

Tiba tiba Rasulullah bertanya kepada Usman bin Affan. Hai Usman masih adakah sisa buah Kurma tadi engkau membawanya. Ada kata Usman bin Affan kepada Rasulullah, coba kamu berikan kepada saya satu butir buah Kurma itu, Usman bin Affan pun memberikan sebutir buah Kurma kepada Rasulullah. Lalu Rasulullah berikan sebutir buah Kurma kepada orang kaum Yahudi yang sudah Tua, seraya Rasul berkata. Nah coba anda makan sebutir buah Kurma ini, Yahudi Tua itu memakanya setelah habis dimakanya. 

Rasulullah pun bertanya bagaimana rasanya buah Kurma itu, manis rasanya kata kaum Yahudi, tolong anda ceritakan dan jelaskan  kepada saya bagaiman bentuknya rasa manis itu pinta Rasulullah kepada kaum Yahudi. Tidaklah bisa aku ceritakan kepada mu hai Muhamad kata Yahudi, lalu Rasulullah menjawab begitu jugak tentang Tuhan yang anda tanyakan kepada saya kata Rasulullah kepada kaum bangsa Yahudi, lalu kata Rasulullah Tuhan itu tidak bisa digambarkan oleh fikiran kita meskipun bisa dilihat dalam pandangan mata Hati kita bentuk Cahayanya, namun tidak bisa diceritakan bentuk rupanya takut nantik tidak tepat dan tidak sesuai bentuk Cahayanya Tuhan dengan yang kita ceritakan kata Rasulullah sambil memegang dengan lembut pundak bahu kaum Yahudi. - By Mustafa Kamal Nurullah (MKN) ★★★

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAMAL JOURNALIST'S TERBAIK SE DUNIA ANGKAT BICARA TENTANG SETATUS ORANG CHINA SEBAGAI ORANG ASING BERADA DI DALAM NEGARA INDONESIA ★★★

WORLD'S BEST JOURNALIST KAMAL SPEAKS UP ABOUT THE STATUS OF CHINESE PEOPLE AS FOREIGNERS IN THE STATE OF INDONESIA ★★★

sweet memory KAMAL JOURNALIST'S TERBAIK DISULURUH DUNIA PERNAH MEMPERMALUKAN TIGA PENGACARA KONDANG JATUH TELENTANG ***