INI GUBERNUR ANJING KURAP NAMA ANJING KURAP INI ANSAR AHMAD AYAHNYA KAUM SUKU INDIA TAMIL KELING ANJING ★★★

,, MEDSOSS BREAKING NEW'S "

~~~★★★~~~

AWALNYA IMPORMASI BERITA DARI JURNALIST MAKA BANYAK PEMERINTAH SIPIL DAPAT HASIL BERMULAI DARI DEWAN CONGRES SAMPAI JAKSA DAN HAKIM JUGA CAMAT IKUT KENYANG

----------

BINTAN ONLINE : dini hari seorang netizen warga peribumi kabupaten Bintan datang menjumpai saya datangnya beliau sebagai nara sumber berita ini. Bang Kamal ayoklah kita ngopi di kedai kopi itu yok.......... Ada yang mau saya katakan kepada abang tentang kejahatan yang akan dilakukan oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan anaknya Roby Kurniawa Bupati Bintan, saya rasa wacana perbuatan jahat Ansar Ahmad ini karena abang beritakan anaknya dari titisan Setan Iblis berita itu dibaca oleh warga Kijang City ini kata Narsumber itu. Tetapi jangan abang bubuh (Tarok) nama saya dalam berita sekarang ini, dan saya mau abang berjanji dengan saya ok lah kata saya, karena bila abang tulis nama saya bukan saya takut takut apa saya sebab saya berikan impormasi pada abang bicara saya berdasarkan fakta katanya, tetapi abang putus impormasi dari saya untuk selama lamanya kata Narasum berita ini kepada saya. Saya bilang seorang Jurnalist untuk tulis berita yang di perolehi dari seorang Narasumber ada dua yang harus dilakukan oleh Jurnalistik. Pertama jika berita bersangkutan atas nama baik yang di beritakan identitas Narasumber boleh dipaparkan kepada Pubelik. Jika isi berita tentang kejahatan yang didapat dari seorang Narasumber identitas Narasumber wajib dan harus hukumnya untuk keselamatan jiwa raga Narasumber indentitas mereka harus di sembunyikan, dan apa pun yang terjadi indentitas Narasumber tidak boleh diberitaukan itu yang di katakan Kode Etik seorang Jurnalist artinya Kode Etik satu persaratan yang tidak bisa digugat karena persaratan itu disetujui berdasarkan KOMITMEN (Perjanjian yang disepakati secara Konvident)

Menurut Narasumber seluruh Hutan Mangruf yang diperjual belikan oleh Ansar Ahmad ketika menjadi Bupati Bintan sampai kepada Apri Sujadi yang pernah jadi Bupati Bintan bahkan sampai Roby Kurniawan anak Ansar Ahmad menjadi Bupati Bintan sekarang ini. Impormasi yang di perolehi oleh Narasumber wacana Ansar Ahmad Hutan Mangruf yang di jual belikan kepada Etnis Tiongha di dalam daerah Tekojo Kijang City Bintan akan diterbitkan Dokumentasi Sertifikat yang resmi. Meskipun tanah timbunan itu banyak melalui lika liku berisi pemerasan dari anggota Dewan Bintan sampai kepada Hakim dan Jaksa kabupaten Bintan yang turut ikut mempermasaalahkan tanah timbunan itu, namun setelah Etnis Tiongha itu hulurkan Dana pelicin perkaranya hilang seketika itu jua kata Narasumber tersebut. Didalam lahan tanah timbunan itu telah berdiri sebuah Paberik Es yang tidak punya izin resmi berdirinya mengeluarkan hasil dari bahan mentah dijadikan bahan baku, seharusnya dan wajib hukumnya Paberik Es tersebut dan yang namanya Pabrik apa punjua harus mendapat izin Prindustrian dari pihak Menteri Prindustrian pemerintah negara lndonesia. Dan izin sebuah Pabrik Gubernur tidak punya wewenang untuk lahirkan izin pembangunan Pabrik yang mengolah dari bahan mentah untuk dijadikan bahan baku yang bisa di import kemana saja keluar negeri. Lahan timbunan tersebut bermulai dari Etnis China bernama si Ahok hingga Etnis China dengan panggilan namanya Kumis serta disamping Kumis ada Hutan Mangruf yang dipunahkan oleh si Along alias Suyanto yang sampai sekarang ini terus di Nista oleh Kamal Jurnalist. Pemilik Pabrik Es Ilegal tersebut bernama Sudirnan diyakini tidak punya izin yang resmi dari pemerintah pusat bahkan pekerja tidak dikenakan bayaran bulanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). - Editor By Kamal Dewa Journalist's is The Best Of The Best ★★★

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KAMAL JOURNALIST'S TERBAIK SE DUNIA ANGKAT BICARA TENTANG SETATUS ORANG CHINA SEBAGAI ORANG ASING BERADA DI DALAM NEGARA INDONESIA ★★★

sweet memory KAMAL JOURNALIST'S TERBAIK DISULURUH DUNIA PERNAH MEMPERMALUKAN TIGA PENGACARA KONDANG JATUH TELENTANG ***

WORLD'S BEST JOURNALIST KAMAL SPEAKS UP ABOUT THE STATUS OF CHINESE PEOPLE AS FOREIGNERS IN THE STATE OF INDONESIA ★★★