PERABOWO GIBERAN PRESIDENT DAN WAKILNYA ANAK KETURUNAN ANJING YANG KALIAN BERIKAN KEPADA RAKYAT PENGACARA BERLEVEL TAIK TIGA ORANG INI ***
,, MEDSOS NEW'S "
~~~☆☆☆~~~
TIGA ORANG PENGACARA MANDI TAIK AKIBAT TURUT KERJASAMA DENGAN MANUSIA PENIPU KARENA RAKUS MAKAN UANG HASIL PENCURIAN
----------
BINTAN ONLINE : tiga orang pengacara (Lawyear) bernama Yusril Ihza Mahendera dan Hotman Paris Hutapea serta Oto Hasibuan. Mereka ini merasa bagaiakan Elang terbang di udara paling tinggi sehingga segala yang di bumi bisa kita kangkangi dan kita ludahi, padahal ada yang lebih tinggi di atas langit ada langit namun Elang tidak menyadari karena bersikap angkuh sombongkan diri. Paruh besar patokan dalam mencukam, kuku runcing dan tajam ujung berbisa mengalahkan sengat bisa Tedung batu berdagu putih berwarna coklat tua, seluruh mahluk di bumi kecut dan takut melihat mata Elang penuh dendam bergelimang rasa kebencian melihat mangsa. Padahal di bumi ada Musang lebih beringas dan buas bermata merah saga berbulu berjalur coklat tidak berhenti Musang silih berganti merondai reban Ayam walaupun pintu reban dalam keadaan selalu terkunci bila malam hari tiba.
Kelaut Elang tak bisa mencungik menyambar mencengkamkan kuku menerkam Todak yang sedang bermain dikulit air bersama belanak bersirip perak mirip kilauanya seperti kilauan perak gelang kaki Putri anak Raja pemegang Keris Taming sari. Todak dan Belanak sedang mengutip sisa sandang pangan yang hanyut dek riak riak anaknya ombak, dek karena Lumba dan Pari ikut mengawali kemana Todak dan Belanak bergerak mencari rezeki. Rasa ingin Elang terbang lama di langit yang tinggi kepak mulai terasa lemah layu terkulai karena tak merasa mampu lama melembai ruang udara nan kosong hampa tiada yang bisa dimangsa disana, sementara Ababil (Walet) datang berbondong bondong memburui Elang karena merasa tak senang melihat Elang yang angkuh dan sombong ingin beraja di mata bersultan di hati terbang di udara kesana dan kemari sambil memantau ke bumi ingin Elang membuat kerusakan lagi terhadap Mahluk yang berkeliaran mencari rezeki di laut dan di bumi.
Beransur punah harapan Elang, semangkin sedikit dan terjepit pergerakan Elang untuk ambil tindakan mencerkam mengunyah mangsa, ke Gurun batu tak bisa cari makan di Gurun batu lebih banyak yang bersiung dan bergigi tajam, lompatan dan hamburan seluas sejarak sejauh sungai yang mengalir pelayaran Nabi Musa diwaktu kacil (Nil). Kebelantara Elang tak bisa merayap meskipun hanya sebentar untuk numpang hinggap karena Siamang dan Kukang sudah lama tidak menyukai sikap cara kehidupan Elang yang suka menyambar hak milik Mahluk yang lain, karena Elang memamah menelan mangsa dengan bulu bulunya tak ubah sikap Elang dengan sikap Semut manisan makan tebu dengan urat uratnya. Sehingga Elang tidak pernah terfikir bahwa yang punya lambung bukan hanya kau saja, sedangkan Mahluk yang lain perlu kehidupan jua. Ujung dari akhir segala usaha perjuangan Elang yang rakus dan tamak, kemana pun Elang bergerak hanya dapat percikan ludah kahak akibat dari perbuatan Elang bersikap rakus dan tamak. Dimana pun Elang berada yang lain tidak ingin menghampiri dan menemani, Elang datang yang lain hilang dan mengelak, Elang memandang yang lain serentak buang pandangan, karena telah tersingkap Elang berkaki belang bersikap curang, Elang tak membedakan taik dan makanan karena cara Elang hidup tak punya tuntunan cara kehidupan kemajemukan, sedangkan Hewan bukan satu jenis yang di ciptakan Tuhan ~ Editor By Dewa Journalist's The Best Of The Best ☆☆☆
Komentar
Posting Komentar