ANSAR AHMAD DAN APRI SUJADI SERTA ROBY KURNIAWAN AYAH MEREKA ANJING MAKA TUKANG TAMPUNG DARI HASIL BARANG CURIAN MEREKA JUGA ORANG CHINA ANJING NAMANYA SONGKU KEPONAKANYA BERNAMA SALIKIN ***
Kapal ini sebagai Simple tetapi bukan ini kapalnya yang jual minyak kepada Salikin anak China anjing di Kijang City Kabupaten Bintan Kepri
Gudang ikan milik Songku anak China anjing tapak pondasi bangunan berdiri di atas lahan tanah hasil pencurian Bupati Bintan Songko China anjing tukang tadah barang curian
BEGINI YANG ASLI BERITA BERDASARKAN SESUAI SIKAP PERILAKU KALIAN
•••••••••••••••
Wahai para anggota DPR RI dan para penegak hukum se negara lndonesia. Tolong katakan pada saya tercatat Ayat berapa Pasal dan Garing Juntonya dalam peraturan UU tentang Penistaan. Namun tolong jelaskan pula pada saya di Ayat Pasal berapa Garing Junto berapa yang membenarkan kalian anggota Pemerintah Sipil mencuri uang hak milik rakyat khususnya uang hak milik saya Mustafa Kamal Nurullah (MKN) karena saya tidak mau dan tidak terima diri saya di rugikan atas perbuatan kejahatan kalian karena kalian curi uang hak milik saya dalam cara Modus pemerintahan ***
••••••••••••••••
,, MEDSOS NEW'S "
~~~***~~~
SONGKO PAMAN SALIKIN ORANG CHINA RAIH KEKAYAAN HARTA DUNIA DI KIJANG CITY BINTAN DARI HASIL MENIPU DAN MALING
----------
BINTAN ONLINE : tadi pagi kira kira jam 9,30 menit pemantau pergerakan pemerintah melihat lagi kapal SAR bersandar di dermaga pelabuahan ilegal daratanya dijadikan tempat gudang penjemuran ikan bilis milik Salikin China anjing Salikin itu sebagai keponakan kandung Songku China anjing tukang tadah membeli segala barang hasil curian. Bahkan faktanya Songku dan Salikin China anjing ini membeli tanah dari hasil curian yang dilakukan oleh anak anjing puki mak Bupati Bintan kalau tidak kepada Ansar Ahmad yang pernah jadi Bupati Bintan, sudah pasti kepada Apri Sujadi yang pernah jadi Bupati Bintan dan pernah Apri Sujadi anak jawa anjing itu jadi Narapidana akibat maling hak milik rakyat mendekam dalam penjara Aperi Sujadi anak kaum suku Jawa anjing itu, atau dibeli tanah negara milik rakyat yang di pakai pemerintah Dinas Perikanan itu dibeli oleh Songku China anjing kepada anak haram jadah yang lahir akibat mamaknya bernama Dewi Kumalasari melakukan salah kentot sama China Malaysia maka dapat satu ekor anak haram jadah bernama Roby Kurniawan yang bersetatus sebagai Bupati Bintan sekarang ini, bisa jadi Roby Kurniawan anjing ini yang menjual tanah negara milik rakyat tanah yang dijadikan Songku tempat gudang penampungan ikan untuk sementara menunggu ikan di Exsport keluar negeri.
Aduuhh kenapa isi berita ini begini bunyinya, di jelaskan secara rinci. Kabar berita yang beredar dari Dewa Journalist's harus di sesuaikan dengan sikap perilaku kalian agar Journalist's tidak di nilai Tuhan sebagai Journalist's penabur dusta, jika kalian bersikap anjing tidak mungkin kalian harus dikatakan bagaikan Dewa, disamping sudah merasa muak Journalist's dengan cara sikap kalian yang macam anjing, di Nista pun kalian maling apakan lagi kalian anjing di berikan penghormatan sudah pasti kalian tambah menggigit dan melukai rakyat yang berdampak kerugian bagi rakyat, soal kalian mau kerja di pemerintahan atau tidaknya tidak ada sangkut paut pada rakyat dan tidak ada rakyat paksa kalian untuk bekerja di pemerintahan Sipil. Maka begitulah cara tulisan isi berita di zaman Now zaman Degital, karena sudah habis limitnya rakyat untuk berikan rasa hormat kepada anjing anjing pemerintah Sipil menipu dan maling hak milik rakyat kinerja kalian. Jika kalian sebagai anggota pemerintah Sipil merasa tersinggung dengan isi berita ini berarti kalian turut ikut makan cabe jika tidak mana mungkin kalian terasa merasa kepedasan.
Dermaga pelabuhan ilegal itu di Kepri di sebut sebagai pelabuhan Tikus, digunakan untuk bongkar muat segala barang barang yang cacat Hukum melanggar peraturan Undang Undang negara lndonesia. Pertanyaan pengamat pemerintah, ada apa sangkut pautnya kalian anggota SAR dengan Salikin....? Jangan kalian katakan kalian jual ikan sama Salikin, sedangkan kalian anggota SAR bukan para Nelayan tukang tangkap ikan. Karena berita tentang kapal SAR bersandar di pelabuhan Tikus milik Salikin sudah dua kali Dewa Journalist's beritakan. Tempo hari pernah di beritakan sekali. Dan tadi pagi kapal SAR bersandar di pelabuhan ilegal milik Salikin anak China anjing itu, kemudian setelah sore hari sehabis curahkan minyak pada Salikin China anjing itu kapal SAR sudah berangkat tinggalkan Dermaga pelabuhan Tikus. Mudah mudahan kalian anggota pemerintah Sipil yang mencuri hak milik rakyat khususnya hak milik saya Mustafa Kamal Nurullah (MKN) sebagai penulis berita ini, Do'a saya pada Tuhan Allah SWT agar kalian mati mati kalian sebagai La'nat Tullah dan di akhirat nantik mudah mudahan kalian jadi anjing penghuni Neraka. Tidak pandang bulu dan tidak pandang suku serta tidak lihat agama kalian dan siapa pun orangnya di antara kalian. ~ Editor By Dewa Journalist's The Best Of The Best ***
Komentar
Posting Komentar